ADVERTISMENT

Huawei terus siapkan AI canggih meski ada batasan dari AS

Published By Admin | Pada: Senin, 08 Jul 2024 08:46 WIB

Selamat datang kembali di situs web kami! Di web ini, kami akan memberikan update terbaru tentang Huawei terus siapkan AI canggih meski ada batasan dari AS. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengetahui Berita-berita Terupdate Terkini! Kami akan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang Berita hari ini. Segera saksikan video ini untuk mengetahui apakah berita ini yang anda cari pada hari ini! Jangan lupa untuk subscribe, like, dan bagikan video ini agar Anda tidak ketinggalan brita setiap harinya. Terima kasih telah menonton!Huawei terus siapkan AI canggih meski ada batasan dari AS
Huawei terus siapkan AI canggih meski ada batasan dari AS

Pada World AI Conference di Shanghai, Zhang Ping’an, CEO Huawei Cloud, menyampaikan pesan menarik mengenai kemajuan AI Tiongkok di tengah sanksi AS terhadap GPU canggih dan teknologi pembuatan chip. Meskipun ada kendala karena terbatasnya akses terhadap prosesor papan atas, Zhang menekankan bahwa Tiongkok dapat terus memimpin dalam AI tanpa hanya bergantung pada chip kelas atas.

Zhang menepis kekhawatiran bahwa pembatasan pada prosesor AI canggih, seperti H100/H200 dan B100/B200 milik Nvidia, akan secara signifikan menghambat pengembangan AI di Tiongkok. Dia menggarisbawahi bahwa kepemimpinan AI Tiongkok tidak boleh bergantung pada chip-chip canggih ini. Mengakui keterbatasan daya komputasi yang dimiliki negaranya saat ini akibat sanksi tersebut, Zhang menyoroti pentingnya kemandirian terhadap teknologi tercanggih.

Dilansir dari Gizmochina (8/7), Zhang menunjuk pada upaya Huawei dalam mengembangkan prosesor seri Ascend 910 untuk aplikasi AI. Dia mengklaim prosesor ini bersaing dengan A100 buatan Nvidia, meskipun analis di Eropa dan AS belum memverifikasi pernyataan ini secara independen. Pembatasan AS terhadap prosesor Nvidia berarti bahwa perusahaan teknologi besar Tiongkok seperti Baidu, Huawei, dan Tencent harus bergantung pada teknologi dalam negeri, yang menurut Zhang sebagai peluang dan bukan kemunduran.

Namun, Zhang menyadari keterbatasan kinerja prosesor dalam negeri. Dia mengakui bahwa prosesor dari Huawei dan Biren Technology, yang diproduksi pada node manufaktur lama, tidak dapat menandingi kinerja AI modern dan GPU komputasi berkinerja tinggi dari AMD dan Nvidia. Selain itu, SMIC, yang memproduksi chip untuk Huawei dan Biren, tidak memiliki akses terhadap peralatan mutakhir, sehingga berkontribusi terhadap kelambanan Tiongkok dalam kinerja komputasi per prosesor.

Tag:
berita terbaru hari ini,berita hari ini,berita terkini,berita terbaru,berita kompas,berita,berita kompastv,viral hari ini,portal berita video,berita video,prabowo terbaru hari ini,republika mahasiswa,jakarta,pilpres 2024 terbaru hari ini,prabowo gibran terbaru hari ini,berita indonesia,berita viral,24tahun republika,republika,milad republika,berita hangat,berita politik,berita politik indonesia terbaru,#jakarta,tv berita,berita update, Minggu 21 Juli 2024
Berita Terkait